ocMyta ZonE

...:: Someday i will understand ::...

Senin, 17 Mei 2010

Waktu yang dinanti

Diposting oleh ocmyta


Ungu – Waktu Yang Dinanti


cinta yang tulus dalam hatiku

membuang semua hasrat mimpiku

‘tuk bisa menyatakan sayang

‘tuk bisa mengungkapkan semua pada dirimu


tak mungkin bagiku ’tuk memilikimu

segala rasa yang pasti tak mungkin

‘tuk bisa kau terima semua

‘tuk bisa ku nyatakan rasa ku cinta kamu


ref:


ketika bunga tak bermekar lagi

dan dunia tak mungkin berputar lagi

saat cinta tak membakar hati ini

kau kan tahu betapa aku mencintaimu

betapa aku menginginkan kamu


tak mungkin bagiku ’tuk memilikimu

segala rasa yang pasti tak mungkin

‘tuk bisa kau terima semua

‘tuk bisa ku nyatakan rasa ku cinta kamu


repeat reff [2x]



Lirik lagu Ungu – Waktu Yang Dinanti ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Ungu – Waktu Yang Dinanti.



Selengkapnya...


Selasa, 23 Maret 2010

Indosat Luncurkan Layanan Mentari-Taiwan

Diposting oleh ocmyta





Indosat menghadirkan layanan dan inovasi terbarunya, kali bukan di Indonesia, tapi di Taiwan. Bekerjasama dengan operator Taiwan Far EasTone Telecommunication (FET), Indosat menghadirkan paket prabayar Mentari Taiwan.

Mentari kali ini juga bukan milik dari Indosat, tapi dikeluarkan oleh FET yang menggunakan nama "Mentari" milik Indosat untuk dapat digunakan di Taiwan. Menurut Indosat, Kartu prabayar ini ditargetkan untuk warga negara Indonesia di Taiwan khususnya para TKI.

Dengan Mentari Taiwan ini, pelanggan Mentari Di Taiwan akan mendapatkan tarif khusus dengan harga yang terjangkau. Biaya yang ditarifkan diklaim lebih hemat dengan sambungan SLI, tentunya hanya sesama Indosat juga di Indonesia alias Mentari, IM3, Matrix atau StarOne. Indosat juga mengatakan bahwa Mentari Taiwan juga dapat digunakan di Indonesia, seperti menelepon sesama Indosat dengan tarif lokal serta menelepon ke Taiwan dengan tarif yang terjangkau.

Untuk selengkapnya simak kutipan dari website Indosat

Jakarta, 22 Maret 2010, Kembali menghadirkan inovasi untuk pelanggan, kali ini Indosat bekerjasama dengan Far EasTone Telecommunication (FET) meluncurkan Kartu Pra Bayar Mentari Taiwan. Layanan Kartu Mentari Taiwan ini diluncurkan di Banchiao Stadium, Taipei, Taiwan dan dihadiri oleh Guntur S. Siboro, Chief Executive Officer Indosat, Belinda Chen, Director of Prepaid Marketing FET, Yovial, Deputy Representative, Indonesian Economic and Trade Office in Taipei, perwakilan Taipei County Government dan 3000 Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan.

“Kerjasama Indosat dengan FET dalam menghadirkan layanan Mentari Taiwan ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan layanan bagi pelanggan kapanpun dan dimanapun khususnya bagi para pejuang devisa yaitu para tenaga kerja Indonesia di Taiwan. Dengan tarif yang terjangkau, kami berharap layanan Mentari Taiwan ini dapat membantu pelanggan Mentari di Taiwan dalam berkomunikasi dengan para sanak saudara di Indonesia khususnya”, demikian disampaikan Guntur S. Siboro saat acara peluncuran di Taiwan.

Mentari Taiwan adalah kartu prabayar milik Far EasTone Telecomunication (FET), salah satu operator di Taiwan dengan menggunakan brand Mentari milik Indosat untuk dapat digunakan di Taiwan. Kartu Mentari Taiwan sangat bermanfaat untuk menghemat biaya komunikasi ke Indonesia karena tarif sambungan langsung internasional (SLI) yang lebih hemat untuk menghubungi nomor Indosat (Mentari, IM3, Matrix dan StarOne) di Indonesia dibandingkan menelpon dari operator lainnya di Taiwan. Hal ini tentu sangat membantu menghemat biaya komunikasi para pengguna SLI.



Target pengguna kartu Mentari Taiwan adalah warga negara Indonesia yang bermukim di Taiwan, khususnya para Tenaga Kerja Indonesia yang berjumlah sekitar 120.000 orang. Layanan yang tersedia untuk kartu Mentari Taiwan saat ini adalah layanan suara (voice), SMS, data dan menyusul layanan Value Added Service (VAS) seperti ring tone lagu–lagu Indonesia, dan juga konten berita-berita tentang Indonesia.

Tidak hanya pelanggan Mentari-Taiwan di Taiwan yang mendapat manfaat, pelanggan Mentari-Taiwan yang berada di Indonesia pun dapat menikmati tarif menelpon lokal ke sesama Indosat (di wilayah Indonesia) hanya dengan Rp. 50/menit dan Rp. 50/SMS ke semua operator secara langsung tanpa registrasi. Untuk menelpon langsung ke Taiwan setiap hari, pengguna Mentari-Taiwan dapat menikmati Gratis 3 menit menelpon setelah menelpon 3 menit pertama dengan tekan 01016 + Kode Negara + Kode Area + nomor Tujuan.

FET juga memberikan penawaran spesial yang tidak diberikan operator Taiwan lainnya bagi pelanggan Mentari Taiwan antara lain tarif spesial weekend ke Indonesia hanya dengan $2.5 TWD/menit, sampai 30 April 2010 dan $ 3 TWD/menit untuk on-net serta $ 3.5/menit untuk off-net per 1 May 2010.

“Hadirnya layanan Mentari Taiwan ini merupakan dukungan kami dalam memberikan kemudahan berkomunikasi bagi pelanggan yang tinggal di Taiwan. Meskipun terpisahkan jarak, pelanggan dapat terus berkomunikasi dan semakin dekat dengan sanak keluarga, teman dan rekan dengan tarif hemat dan akses yang mudah”, ujar Guntur menutup penjelasannya..

Kerjasama Indosat dan juga FET tidak terbatas hanya pada layanan Mentari Taiwan, namun juga sebagai sesama anggota Aliansi Seluler Conexus, Conexus Mobile Alliance adalah salah satu aliansi seluler terbesar di Asia yang didirikan pada April 2006. Aliansi ini dibentuk untuk mengembangkan dan meningkatkan roaming internasional dan layanan mobile perusahaan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan bagi para anggotanya dan pelanggan.

www.indosat.com

Selengkapnya...


" Does your password pass the test?

Diposting oleh ocmyta


One of the things I work on is password security. And because I’m someone who pays close attention to passwords and how people use them, I sometimes hear interesting stories. For example, a couple of my colleagues are so careful about the security of their passwords that they generate a random eight-character string, memorize it, and then use it as their password for two to three months. After that time elapses, they start the process over again and generate a new random password.

Do we all need to be that careful about our passwords? Probably not. But passwords are one of the web’s most important security tools. Whether it’s for your Google account, your banking center, or your favorite store, choosing a good password and keeping it safe can go a long way toward protecting your information online.

So how do you choose a good password, and then keep it safe? A few of these tips can help:

  • Avoid common elements when choosing your password. Specifically, you should avoid using words or phases from the dictionary, especially things that are easy to guess, like “password,” “let me in,” or the name of the site you’re logging into. You should also avoid using keyboard patterns, such as “asdf1234″ or “aqswdefr,” or personal information, such as birthdays, addresses, or phone numbers.
  • Make your password as unique as possible. Once you’ve settled on a good base for your password, you should go a step further and add in numbers and non-alphanumerical characters, mix in upper-case letters, or use similar-looking substitutions for parts of the password, such as “$” for “s,” “1″ for “l,” and “0″ for “o.”
  • Create different passwords for different sites. Doing so will help ensure that if one password is compromised, the others will remain secure. You may not be able to have a unique password for every place you visit on the web (for some of us, that would be a lot of passwords to manage), but alternating between a set of different passwords across the web and making sure all accounts that contain highly sensitive information (like email accounts or online banking accounts) have unique passwords is a good place to start.
  • Don’t share your passwords with anyone. Not family, not friends, not anyone. This may seem a little strict, but the reality is the more people you share your password with, the greater your chances of having that password compromised will be. Also, if you need to write your passwords down, keep them away from your computer, and never send them in emails. And if you suspect someone might have discovered one of your passwords, change it immediately.
  • Be careful how you share your information online. Some online services — such as social networking sites and gadgets that scrape information from other products — may ask you for a password or an API key. If you choose to use these kinds of services, take a few minutes to learn more about what they do to keep your sensitive information secure. And just like sharing passwords with other people, you should be aware that sharing this information increases the chances that it could be compromised.

Another thing that can help keep your password secure is choosing a good security question and answer on the sites that offer that option. You’ve probably seen this before: When you’re creating an account on many sites, you will be asked to choose a question to verify your identity if you forget your password.

Some sites will let you write in your own question; in these cases, you should make sure the Q&A you create isn’t something that’s easy to guess or something that your family and friends would know. Other sites will present you with a list of preset questions to choose from, such as “What is your mother’s maiden name?” These kinds of questions are less secure, as they’re easier for other people to guess the answer. In these cases, you should find a way to make your answer unique — whether it’s using the tips above, or by adding in other information — so that even if someone guesses the answer, they won’t know how to enter it properly.


Selengkapnya...


“The Lost Symbol ” The Dan Brown

Diposting oleh ocmyta



“The Lost Symbol ” The Dan Brown

Yuiii Akhirrrrnyaaa….

Angels and Demons masih menjadi petualangan terseru Robert Langdon (meskipun filmnya payah). Ambigramnya membuat saya nganga, terutama bagian ini yang di filmnya dirubah total :( , teka-teki dan thrillernya membuat saya ngos-ngosan seperti habis lari maraton ketika membacanya.

The Lost Symbol sendiri, menempati urutan ketiga dari 3 seri petualangan Robert Langdon. Entah memang begitu adanya, atau karena saya sudah terbiasa dengan tulisan Dan Brown?

Tapi yang menjadi numero uno si master Dan Brown masih tetap Deception Point, eh apa Angels and Demons ya? bingung :D . Kedua novel itu jelas sekali temanya beda, satu tentang sejarah dan simbol-simbol, satu lagi penuh dengan science dan teknologi. Jadi mana mungkin saya membandingkan 2 hal yang konteksnya sama sekali berbeda? Tapi sepertinya… umm… Deception Point.

Deception Point, seri keempat Dan Brown, sekaligus seri sebelum The Lost Symbol ini saya baca sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. Rentang waktu yang cukup jauh dengan kemunculan seri kelima Dan Brown, amat berbeda dengan keempat seri sebelumnya yang kemunculannya dalam jarak waktu yang berdekatan. The Lost Symbol seolah ingin menunjukkan bahwa Dan Brown belum “mati”, juga mengobati rasa rindu pecinta-pecinta Dan Brown, seperti saya (ga cinta cinta banget sih).

Dari kelima seri Dan Brown, yang saya miliki hanya 2 (lainnya pinjam :D ). Sayangnya, kedua seri itu, yang pertama Digital Fortress adalah seri terburuk Dan Brown, yang kedua, The Lost Symbol, adalah petualangan terpayah Rober Langdon. Aaarrggghhh!!!

Possibly related posts: (automatically generated)

* What is the Secret Behind the Bad Writing of Lost Symbol Author Dan Brown?
* The Lost Symbol by Dan Brown out today
* The Lost Symbol


Selengkapnya...